 |
|
|
|
This memorial website was created in the memory of our loved one, Bodhividya John Winoto who was born in Indonesia on October 28, 1977 and passed away on February 23, 2006 at the age of 28. We will remember him forever.
About John (From Elisa Winoto: John's beloved sister): John adalah anak kedua dari pasangan Winoto dan Sui Cin, lahir di kota Binjai 28 Oktober 1977. John mempunyai seorang kakak laki-laki (Eddie) dan seorang adik perempuan (Elisa). John lahir di tengah-tengah keluarga yang harmonis dan sederhana. Sejak kecil John tinggal di Medan dan masa kecilnya John adalah seorang anak yang periang dan penurut. Dari sekolah TK sampai SMA, John adalah seorang anak yang mempunyai kecerdasan dan kepribadian yang luar biasa sehingga John selalu mendapat peringkat dan disenangi. Selain kemampuan akademik, John juga pernah menjuarai perlombaan nyanyi dangdut di sekolahnya pada peringkat kedua.
Selepas SMA, dengan tekad dan cita-cita yang tinggi, John meminta ijin kedua orang tuanya untuk melanjutkan kuliah di Jakarta dan orang tuanya menyanggupinya setelah John memenuhi janjinya lulus dengan grade 'A'. Selang beberapa bulan, seluruh keluarganya pun ikut pindah ke Jakarta. Dengan tekad dan biaya sendiri, John mengambil kuliah S2 di The Joseph Wibowo Center, Bina Nusantara. Sungguh membanggakan semua nilai dan prestasi yang diberikan kepada keluarganya.
Sejak kuliah hingga akhir hayatnya, John pernah bekerja di kampus (BiNus) maupun perusahan-perusahaan (Winfos, Baker & McKenzie) dengan dedikasi dan kontribusi yang sangat tinggi. John juga pernah dikirim ke beberapa negara, di antaranya Taiwan, The Netherland, Inggris (London), USA (Los Angeles, Chicago), Australia (Sydney), Filipina (Manila) dan Singapura. John juga aktif sebagai dosen di Universitas Bina Nusantara hingga akhir hayatnya.
John adalah seorang figur anak yang sangat patut untuk dicontoh. Seorang anak yang sangat berbakti kepada orang tua. Seorang anak dengan sifat yang sabar dan penyayang, tutur kata dan tingkah laku yang selalu sopan kepada siapapun. John sangat mencintai kedua orang tuanya. John begitu dekat dengan kakak tertuanya dan begitu sayang kepada adiknya. John selalu memberikan perhatian yang terbaik untuk orang-orang di sekitarnya.
John meninggalkan dunia ini pada tanggal 23 Februari 2006 di Jakarta. John meninggalkan kenangan, kebahagiaan dan kebaikan yang akan kita kenang di hati untuk selamanya.
Sabbe satta bhavantu sukkittatha.
Tributes:
Benny Hidayat (source: Bluejackets mailing list) Seorang guru, seorang sahabat, seorang asisten lintas generasi, telah pergi ke tempat yang lebih baik. Namun demikian kebaikannya, kebersamaan kita dengan dia, dan jasa jasanya akan selalu kita ingat. Semoga kita semua dapat dengan rela melepas kepergiannya.
Eric (source: Bluejackets mailing list) Sobat sejati sejak awal pendidikan di Binus, Bluejackets, hingga saat ini.
Yanuar Wahjudi (source: Bluejackets mailing list) Saya kenal John sejak dia di Lab Software, selanjutnya menjadi salah satu dosen di jurusan TI, dosen yang bagus dan bertanggung jawab.
Ferie (source: AXIC mailing list) Saya secara pribadi menilai John sangat bersahabat, supel, serta sangat mudah akrab dan berbaur dengan RR AXICers khususnya yg ada di Chapter Merkurius. Saya sangat sedih & berduka atas kepergian teman kita John kehadapan Tuhan YME. Semoga John selalu diterima disisi-NYA.
Edi Topan (source: AXIC Mercurius Chapter mailing list) Meski saya baru bertemu dengan John 2 kali tapi saya telah memiliki impresi bahwa John adalah orang yg supel, professional muda yang sangat bersahabat dan very motivated, terutama dalam kegiatan AXIC. Kepergian John, adalah kehilangan besar bagi keluarga besar Merkurius.
Budiyanto (souce: Bluejackets mailing list) John Winoto orang yang baik, ramah, dan tidak sombong sudah berpulang. Semoga keluarga dan orang-orang terdekat yg ditinggalkannya diberi ketabahan. Bluejackets kehilangan salah satu orang yang terbaiknya.
Kartono Wihardja (source: Bluejackets mailing list) Saya masih bayangin masa2 kerja di asisten dengan John, terakhir di ruang litbang kampus anggrek. Nggak nyangka orangnya sudah pergi. Orangnya ramah, banyak senyum, dan pintar. Masih ada rasa nggak percaya kalau yg meninggal itu John.
Rubby S Lukito (source: Bluejackets mailing list) Banyaknya email dari rekan2 bluejackets dalam dua puluh empat jam sejak kepergian John (lebih dari 60 email) menunjukkan betapa John bukanlah figur biasa-biasa saja di lingkungan keluarga besar bluejackets.
Sejauh yang saya kenal dari John, tidak ada hal negatif pada dirinya. John adalah sosok yang hangat, bersahabat, pintar, ulet, setia kawan dan begitu banyak kelebihan2 lainnya. He is a popular guy and a nice guy. Sosok penggemar berat bola yang kadang menjadi teman berdiskusi (walaupun cuma via sms) di saat menyaksikan pertandingan Juventus di Liga Champions.
Saya mengenang empat tahun saya bermain online game bersama dia. Dia adalah teammate sejati yang seringkali membantu teman-temannya dalam kesulitan. Bahkan terkadang mengorbankan dirinya sendiri. Saya yakin dalam kehidupan sehari-hari pun dia juga sosok seperti itu.
Selamat jalan kawan. Kau akan selalu dikenang. Bluejackets kehilangan salah satu orang terbaiknya. Untuk keluarga dan semua yang mencintai John semoga tabah dalam menghadapi cobaan yang sangat berat ini.
Rismansyah (source: AXIC mailing list) Om John cukup aktif di milis dalam meresponse berbagai TOPIK seputar AX. Beliau meninggalkan kata kenangan yang sangat dalam bila kita renungkan. - "Help others," and "If you cannot help them, at least do not harm others." - The past cannot be changed; the future is still in your power.
Jimmy (source: Dharmajala mailing list) ... dia begitu antusias ingin membantu perkembangan Buddha Sasana, ingin berbuat sesuatu untuk kemanusian, untuk masyarakat... Selamat bertumimbal lahir Bro John, saudaraku. Semoga engkau terlahir kembali di alam manusia dan mendapatkan kondisi yang lebih baik untuk Belajar, Berlatih, dan Berbagi Hidup Berkesadaran guna memfasilitasi terjadinya Transformasi Diri, Transformasi Sosial, dan Pelestarian Lingkungan Hidup.
Alexander Yanuar K (source: bluejackets mailing list) Sebagai sesama angkatan, kami dulu punya hobi yg sama: main Descent, dan saya masih teringat betapa serunya main dengan beliau dan anak2 lainnya. Saya juga berguru dengan dia pada waktu saya mendapat pelajaran Networking / Borland Delphi berhubung walaupun 1 angkatan, tapi dia adalah kakak kelas yang lebih senior. Beliau humble dan suka menolong.
Dulu kami juga sempat kerja 1 ruangan di kantor R&D lab software anggrek. Beliau orangnya cool dan jago dalam melakukan segala sesuatu, dalam pelajaran, membuat software, dan mengajar.
Sungguh sayang sekali, masa depan beliau mustinya sangat amat cerah, mengingat segala bakat, potensi, intelektual, dan karakter yang beliau miliki.
Semoga keluarga, calon istri, dan sahabat/teman-teman yang ditinggalkannya dapat tabah menerima kenyataan ini, dan semoga Tuhan sendiri yang memberikan penghiburan.
May God bless us and bless this very soul...
Fredy Purnomo (source: Bluejackets mailing list) Kita semua kehilangan John Winoto. Seorang teman, sahabat dan guru bagi kita semua. Semenjak jadi asisten, dia termasuk asisten yang rajin, nggak neko neko, lakukan tugas tanpa mengeluh dan berpenampilan apa adanya. Disaat menjadi dosen, walaupun saya belum lama di jurusan tapi melihat dedikasinya sangat bagus.
Agus Putranto (source: Bluejackets mailing list) Banyak prestasi yang sudah JW berikan, Dari pengalaman saya dengan John Winoto, John Winoto telah / pernah membantu saya untuk menyukseskan pengiriman team ACM Universitas Bina Nusantara pada tahun 1998.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, kerelaan dan kebesaran hati.
Hanny Santoso (source: Bluejackets mailing list) John Winoto yang Saya Kenal
Mengenang John membawa ingatan saya jauh menerawang, melintasi waktu dan kenangan, membawa sejarah pada masa2 awal berdirinya laboratorium software kampus anggrek di tahun 1998.
Mungkin tak semua orang memiliki hal yang sama dari hal yang subtle dari pertemanan saya dengan John. Bagi saya, John adalah teman yang bersahabat dengan penuh ketulusan. Sejak dulu tetap humble dan tidak pernah berubah, sederhana, masih sering mengucap salam, berkirim email dan mengirim pesan instan YM, maupun bertukar sapa walaupun kami sudah tidak dalam satu biduk organisasi lagi. Intinya, John bisa memelihara pohon pertemanan dengan baik, ini yang jarang ditemui dalam hidup kita. Kami tetap merasa dekat satu sama lain. Tak banyak pertemanan yang terpelihara menjadi seperti ini, tulus tanpa kita harus mengernyitkan dahi menebak-nebak maksud saat teman lama yang tak pernah muncul tiba-tiba datang dan menjadi sangat ramah lantaran ternyata (mohon maaf) ingin kita menjadi downline jejaring MLM atau menawarkan produk-produk lain untuk urusan pribadinya.
Saya mengenal John di akhir 1997, saat saya melewati masa-masa berat merintis laboratorium software di kampus anggrek yang tadinya akan dipisahkan dengan lab syahdan, tetapi dalam perjalanan waktu, akhirnya digabung kembali. John telah menjadi teman yg baik dengan sekitar 18 rekan lain, kami memulai perjalanan rejuvenasi lab anggrek di tahun 1999, 6 ruangan berkapasitas 32 komputer, bersekutu masing2 empat komputer per meja plus satu tim litbang (saya namai RDT) dan PSP yg tangguh. Streamlining, Restructuring, Downsizing, menjadi sahabat kami setiap hari. John berada dalam tim ini. Bersama Kartono, Pang Libra, Alexander Yanuar Kuncara, Willy, Agus Susanto, Antonius Hadiputra. Hidup terasa amat energik dan dinamis dalam lingkaran 6 ini karena jarak kami duduk hanya selemparan batu. Waktu terasa berhenti berputar manakala senja hingga malam hari kami tetap berada di lab entah untuk bekerja atau hanya sekadar bercengkerama dengan berbagai aktivitas. Banyak ide-ide visioner baru muncul dan langsung diterapkan dalam visi membuat Lab yang baru.
Tak terasa kemudian pada August 1999 John mengundurkan diri dari lab. Kami kehilangan John yang saat itu telah menjadi tulang punggung pelatih tim-tim yang akan diberangkatkan mengikuti lomba-lomba pemrograman seperti SEARCC dan ACM. John bersama tim RDT telah membantu reposisi TPA (Tes Potensi Asisten – tes untuk peningkatan jenjang asisten kala itu) menjadi lebih bermanfaat bagi asisten dan binus, dengan membuat bermacam-macam jenis, di antaranya menulis paper riset dan publikasi, pembuatan SIG, penulisan newsletter, maupun secara aktif kita mencarikan "internal internship" untuk para asisten(program magang untuk asisten di bagian2 lain di BiNus) melalui pengembangan aplikasi yang lebih bermanfaat bagi seluruh bagian di BiNus maupun untuk si asisten sendiri.
Kami sering bermain basket bersama para asisten. Di dalam lapangan olahraga, proses asimilasi atasan bawahan berlangsung sempurna, apalagi olahraga tim seperti basket. Tak ada lagi garis komando, semua menjadi egaliter di lapangan. John yang kurang suka olahraga mau tak mau tertarik untuk basket dengan beberapa teman asisten lain seperti Budiyanto, John Trafong, Darwin, Marwoto dan Muliawan maupun asisten gaek sekaliber Christophorus. Pada mulanya John hanya tertarik, tetapi setiap Sabtu pagi selalu menjadi ketagihan.
Setelah resign dari lab, John yang kreatif kemudian mendirikan milis astaganaga yang menjadi wadah komunikasi alumni asisten-asisten lab anggek. Kerinduannya untuk terus berhubungan dengan teman2 yang masih di BiNus menjadi dasar utamanya mendirikan milis ini, seperti yang ditulisnya pada posting pertamanya.
Dalam persilangan hidup berikutnya saya kembali bertemu dengan John di tahun 2003. Suatu hari datang email John menanyakan program MMSI. Beberapa kali John mengikuti Open House dan akhirnya ia masuk ke dalam program ini. Kembali kami bertemu dalam situasi dosen-mahasiswa. Hal yang cukup menyenangkan karena John tergolong cukup membanggakan di kelas. Seperti John yang saya kenal sebelumnya, ia tetap smart dalam kelas, ia berniat untuk menambah wawasan agar tidak 100% menjadi IT Engineer sebaliknya ia ingin mendalami business skills dan communication skills yang mutlak dibutuhkan untuk meningkatkan karirnya. Setahu saya, saat itu John sudah pernah bekerja di Belanda dan akhirnya kembali lagi ke tanah air. Perhelatan ini berakhir di tahun 2005, dan saya sempat mewisuda John.
Selama kuliah, beberapa kali John tidak dapat mengikuti kuliah, hanya karena kebutuhan perusahaan untuk mengirim John menyelesaikan masalah2 teknis di luar negeri hingga berminggu-minggu. Terakhir saat bimbingan Thesis, John juga sempat 2x ke USA untuk membantu perusahaannya. What a smart boy. John pernah mewakili MM BiNus mengikuti Kompetisi e-Business Strat L'Oreal bersama kedua rekan lainnya. Di sela-sela kesibukannya, John masih memiliki passion untuk menjadi yang terbaik. Salut.
John adalah teman yang baik. Teman yang diciptakan Tuhan untuk sepanjang hidup kita, dan untuk selalu mengajari kita bagaimana berteman yang seharusnya. We hope that we may somehow follow in your footsteps of integrity, knowledge and kindness…
John, you're truly friends for life… Amigos para siempre…
We will always remember you John… please accept my deepest condolence…
Sampai kita nanti berjumpa lagi, John...
Regards,
Hannysan BiNus Computer Laboratory Manager, 1999-2001 Bluejackets 90-2
PS: Salam juga untuk teman2 Bluejackets yang saya kenal, where are you now? Long time no see... I miss you all...
VeeY (Source: Friendster) He is a dear friend of ours. We missed you very much. Hope you have a very good life now. And if our kamma cross again, let's be friend again.
Leni Kartini (Source: Friendster) Hemmm…baru berasa nih ternyata aku bisa kangen juga ama saran2 kamu yang lucu, becandanya kamu padahal kamu dulu banyak kerjaan hehehe... Sayang, semuanya udah berlalu dan kamu sekarang adalah Kenangan Terindah buat kita2 semua... Kamu adalah Teman Yang Paling Baik Buat Semua Orang Yang Pernah Mengenalmu...
|